YSMahasiswa/Alumni Universitas Jenderal Soedirman16 September 2021 0740Hallo Zahra, kakak bantu jawab yaa Pembakaran merupakan peristiwa perubahan kimia. Pembakaran terjadi karena reaksi api dengan gas yang mudah terbakar. Api sendiri merupakan gas bakar yang terbakar dengan adanya gas oksigen. Sehingga dalam proses pembakaran selalu melibatkan oksigen. Jadi, peristiwa pembakaran terjadi karena zat mengikat oksigen. Kelas 7 Topik Zat dan KarakteristiknyaYah, akses pembahasan gratismu habisDapatkan akses pembahasan sepuasnya tanpa batas dan bebas iklan!
Diperkirakansekitar 50%-80% kematian pada saat kebakaran dikarenakan menghirup asap daripada luka bakar. Menghirup asap ketika bernapas di produk-produk pembakaran (en: combustio) selama suatu kebakaran berdampak sangat buruk. Pembakaran dihasilkan dari pemecahan yang teramat cepat suatu substansi oleh panas (secara umum disebut terbakar).
Tidak ada yang abadi, kecuali Tuhan Yang Maha Esa, pencipta materi tersebut. Dengan demikian materi di alam ini selalu mengalami perubahan. Perubahan terjadi karena berubah massanya, berubah volumenya, berubah wujudnya, atau berubah menjadi materi lain. Perubahan tersebut sering kali kita lihat, seperti air mendidih manjadi uap, besi berkarat, susu menjadi basi, ledakan mercon, kapur barus menyublim, dan masih banyak lagi. Sesungguhnya, perubahan materi melibatkan perubahan sifat dari materi itu sendiri. Perubahan sifat ini ada yang hanya melibatkan perubahan sifat fisikanya saja, dan ada juga yang melibatkan perubahan sifat kimianya. Biasanya perubahan sifat kimia suatu materi selalu melibatkan juga perubahan sifat fisikanya. Para ahli kimia mengelompokkan menjadi 2 perubahan, yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. A. Perubahan Fisika Perubahan fisika merupakan perubahan materi yang tidak disertai terjadinya zat baru, tidak berubah zat asalnya, hanya terjadi perubahan wujud, perubahan bentuk atau perubahan ukuran. Contoh jika air dipanaskan akan berubah menjadi uap air, sedangkan jika air didinginkan maka air akan membeku menjadi es. Es, air dan uap adalah zat yang sama hanya wujudnya saja yang berbeda. 1. Perubahan Fisika Karena Perubahan Wujud Peristiwa perubahan fisika yang mengakibatkan perubahan wujud dapat terjadi karena pengaruh pemanasan. Materi yang telah mengalami perubahan fisika karena perubahan wujud dapat dikembalikan pada wujud semula. Contoh perubahan fisika karena per-ubahan wujud, antara lain Es yang berwujud padat jika dibiarkan di tempat terbuka akan berubah wujud menjadi air. Air jika dipanaskan akan berubah wujud menjadi uap. Embun terjadi karena uap air di udara melepaskan panas dan menjadi air. Kapur barus jika dibiarkan di tempat terbuka akan menyublim menjadi gas. 2. Perubahan Fisika karena Perubahan Bentuk Tukang kayu mengubah kayu menjadi kursi dan meja. Perubahan materi dari kayu menjadi kursi termasuk perubahan fisika. Hal ini karena kayu hanya mengalami perubahan bentuk saja, sedangkan sifatnya tidak berubah. Contoh lain adalah perubahan materi dari aluminium menjadi teko, sendok, dan panci. Hal ini termasuk perubahan fisika karena aluminium hanya mengalami perubahan bentuk saja, sedangkan sifatnya tidak berubah. 3. Perubahan Fisika karena Perubahan Ukuran Contoh biji kopi digiling menjadi serbuk kopi dan batu dipecah-pecah. Sifat kopi tidak berubah, yang berubah hanya ukurannya. Demikian juga dengan batu yang dipecah-pecah. 4. Perubahan Fisika karena Perubahan Volume Contoh raksa atau alkohol dalam termometer memuai jika menyentuh permukaan yang panas sehingga dapat digunakan sebagai pengukur suhu. Sifat raksa dan alkohol tidak berubah meskipun mengalami pemuaian. 5. Perubahan Fisika karena Perubahan Bentuk Energi Ingat bahwa energi tidak dapat dihilangkan dan juga tidak dapat diciptakan. Energi hanya dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk lain. Contoh lampu pijar menyala dan kipas angin berputar. 6. Perubahan Fisika karena Pelarutan Pernahkah anda membuat es jeruk? Jika anda membuat es jeruk, anda terlebih dahulu memeras jeruk untuk mengambil sari jeruknya, kemudian melarutkan sari jeruk tersebut ke dalam air dingin. Nah, apakah rasa jeruk tersebut berubah setelah anda campurkan dengan air dingin? Rasa jeruk setelah dicampurkan dengan air dingin tetap sama. Oleh karena sifat jeruk tidak berubah setelah dilarutkan dalam air, peristiwa ini tergolong perubahan fisika karena pelarutan. Contoh lain perubahan fisika karena pelarutan adalah ketika anda membuat kopi. Rasa kopi setelah dilarutkan dalam air tetap sama atau tidak berubah. Perubahan Kimia Perubahan kimia merupakan perubahan zat yang menyebabkan terjadinya satu atau lebih zat yang jenisnya baru. Perubahan kimia selanjutnya disebut reaksi kimia. Contoh Besi berkarat, proses fotosintesis, pembuatan tempe fermentasi, indutri asam sulfat, industri alkohol dan lain-lain. Perubahan kimia dapat terjadi karena beberapa proses yaitu 1. Peristiwa Perubahan Kimia karena Pembakaran Salah satu perubahan kimia yang sering kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari adalah peristiwa pembakaran. Pembakaran adalah reaksi kimia antara materi yang terbakar dengan oksigen. Oleh karena itu, reaksi pembakaran sering disebut reaksi oksidasi. Peristiwa kebakaran hutan merupakan salah satu contoh perubahan kimia akibat pembakaran. Contoh lainnya adalah pembakaran kembang api. Reaksi pembakaran banyak digunakan sebagai sumber energi. Misalnya, pembakaran bensin di dalam mesin mobil dapat menghasilkan energi gerak sehingga mobil dapat bergerak. Peristiwa perubahan kimia karena pembakaran juga terjadi dalam tubuhmu. Bahan makanan yang telah anda makan diproses dalam tubuh dengan cara pembakaran sehingga menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Proses pembakaran kimia dalam tubuh dapat dituliskan sebagai berikut. Mengapa pada proses pembakaran dapat timbul asap? Asap terjadi akibat pembakaran yang tidak sempurna. Pembakaran tidak sempurna terjadi karena oksigen yang tersedia untuk bereaksi tidak mencukupi sehingga sebagian karbon tidak terbakar. Pembakaran yang tidak sempurna dapat menghasilkan gas beracun, yaitu karbon monoksida CO yang menyebabkan sesak napas. 2. Peristiwa Perubahan Kimia karena Perkaratan Apakah yang dimaksud dengan peristiwa perkaratan itu? Perkaratan adalah reaksi kimia antara logam dengan udara oksigen dan air. Perkaratan merupakan peristiwa perubahan kimia karena menghasilkan zat yang baru. Paku yang terbuat dari besi jika bereaksi dengan udara dan air, maka besi Fe tersebut dapat berubah menjadi karat besi Fe2O3⋅nH2O. Sifat besi dan karat besi sangat berbeda. Besi mempunyai sifat yang kuat, sedangkan karat besi mempunyai sifat yang rapuh. Faktor-faktor yang mempercepat proses perkaratan antara lain Adanya uap air udara yang lembap, Adanya uap garam atau asam di udara, Permukaan logam yang tidak rata, Singgungan dengan logam lain. Peristiwa perkaratan ini menimbulkan banyak kerugian karena benda-benda yang terbuat dari besi menjadi rapuh dan cepat rusak. Nah, bagaimana cara mencegah peristiwa perkaratan pada besi? Peristiwa perkaratan pada besi dapat dicegah dengan cara Menghindarkan kontak langsung antara benda yang terbuat dari besi dengan oksigen atau air. Ini dapat dilakukan dengan cara mengecat, melumuri besi dengan oli, membalut besi dengan plastik, atau melapisi besi dengan timah; Memperhalus permukaan logam, misalnya diamplas; Mencegah logam agar tidak terkena uap garam atau asam; Menyimpan logam di tempat kering. 3. Peristiwa Perubahan Kimia karena Pembusukan Pernahkah kamu menyimpan buah-buahan, seperti apel di tempat yang terbuka hingga beberapa hari? Apakah yang terjadi dengan apel tersebut? Apel yang dibiarkan di tempat terbuka dalam waktu yang lama akan busuk. Pembusukan adalah peristiwa perubahan kimia karena mikroorganisme. Pada apel yang membusuk, apel berubah menjadi bau, berlendir, dan mengeluarkan gas. Oleh karena sifat apel setelah membusuk berbeda dengan apel sebelum membusuk, maka peristiwa pembusukan apel dapat dikatakan sebagai perubahan kimia. 4. Peristiwa Perubahan Kimia karena Peragian Proses peragian merupakan proses di mana zat asal yang mengandung karbohidrat/protein dengan bantuan mikroorganisme ragi/bakteri akan berubah menjadi zat-zat lain. Contohnya singkong & beras diubah menjadi tape, kedelai diubah menjadi kecap, tempe, tepung gandum diubah menjadi roti. 5. Peristiwa Perubahan Kimia karena Perusakan atau Pelapukan Proses perusakan atau pelapukan yaitu kerusakan yang terjadi karena aktivitas mikroba, enzim atau reaksi kimia. Contohnya makanan menjadi basi, minyak menjadi tengik, pelapukan kayu, buah-buahan membusuk. 6. Peristiwa Perubahan Kimia karena Proses Fotositesis Proses fotosintesis terjadi dengan adanya klorofil zat hijau daun. Dengan bantuan sinar matahari tumbuh-tumbuhan mengubah karbondioksida dan air menjadi glukosa dan gas oksigen. Reaksinya sebagai berikut 6CO2 + 6H2O + energi matahari → C6H12O6 + 6O2 7. Peristiwa Perubahan Kimia karena Proses Pencernaan Makanan Pada proses pencernaan makanan, nasi karbohidrat dalam tubuh kita dengan bantuan enzim diubah menjadi glukosa Enzim + Karbohidrat à glukosa 8. Peristiwa Perubahan Kimia karena Proses Pernapasan Proses pernapasan terjadi di mana glukosa dari hasil pencernaan dalam tubuh akan dibakar dengan oksigen menghasilkan karbondioksida, air, dan energi. Reaksinya Glukosa + Oksigen + karbondioksida + air + energi → C6H12O6 + 6 O2 + 6 CO2 + 6 H2O + energi Bagaimana membedakan perubahan kimia dari perubahan fisika selain dengan jalan membuktikan terjadinya zat yang jenisnya baru? Reaksi kimia perubahan kimia sering disertai gejala atau tanda-tanda terbentuknya zat baru. Ada empat macam petunjuk yang menandai berlangsungnya suatu reaksi kimia yaitu pembentukan gas, pembentukan endapan, perubahan warna, dan perubahan suhu. Dari uraian tentang perubahan materi di atas, maka kita bisa membedakan antara perubahan fisika dengan perubahan kimia sebagai berikut No Perubahan Fisika Perubahan Kimia 1 Bersifat sementara Bersifat kekal permanen 2 Tidak menyebabkan terbentuknya materi baru Menyebabkan terbentuknya materi baru 3 Hanya melibatkan perubahan pada sifat fisika materi Melibatkan perubahan pada sifat fisika maupun sifat kimia C. Manfaat Perubahan Materi Perubahan fisika berperan penting dalam industri obat-obatan atau farmasi, yaitu dalam proses ekstrasi zat-zat aktif yang terkandung dalam bahan alam. Zat-zat aktif ini berguna untuk bahan baku obat. Senyawa yang terkandung dalam dedaunan atau akar-akaran dikeluarkan menggunakan pelarut tertentu dalam alat khusus. Menyeduh kopi dengan air panas, merupakan ekstraksi kafein dari kopi agar larut dalam air. Kafein bersifat larut dalam air panas. Seperti halnya perubahan fisika, perubahan kimia pun banyak manfaatnya. Hampir semua industri yang memproduksi bahan baku menggunakan prinsip-prinsip perubahan kimia atau reaksi kimia. Dalam industri plastik, zat-zat organik yang bersumber dari gas alam dan minyak bumi diubah melalui reaksi dan proses kimia menjadi plastik, misalnya polietilen PE, polipropilen PP, dan polivinilklorida PVC. Hampir semua industri, mulai dari yang berteknologi sederhana misalnya industri tahu hingga yang berteknologi tinggi misalnya pembuatan pesawat terbang menerapkan prinsip-prinsip perubahan fisika dan perubahan kimia. Perubahan kimia dan perubahan fisika terkadang terjadi secara bersamaan, misalnya pada pembakaran lilin. Lilin terbakar menghasilkan nyala dan asap hitam karbon. Hal ini menunjukkan terjadinya reaksi kimia. Di sisi lain, terjadi pula perubahan fisika yaitu lilin meleleh menjadi cair.
Contohnyapada peristiwa kertas yang dibakar, besi yang berkarat, pembakaran bahan bakar, bensin atau solar menghasilkan zat cair dan asap serta energi yang dapat menggerakkan kendaraan bermotor., proses fotosiontesa pada tumbuhan yang memiliki zat hijau daun, mengubah air, gas karbon dioksida dan bantuan cahaya matahari dapat diubah menjadi
Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat, ya! Saat melihat lilin, apa yang kamu pikirkan? Pembakaran? Atau perubahan? Sejatinya, kamu bisa melihat adanya perubahan pada lilin yang menyala. Perubahan yang dimaksud bisa dikategorikan menjadi dua, yaitu perubahan fisika pada tubuh lilin itu sendiri dan perubahan kimia pada sumbunya. Mengapa demikian? Daripada penasaran, yuk belajar tentang perubahan fisika dan kimia bareng Quipper Blog. Perubahan Fisika Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan materi atau zat baru. Artinya, hanya bentuk fisik atau wujud zat yang berubah. Meskipun bentuk fisik dan wujud zat berubah, tetapi sifat-sifat fisika zat tetap. Itulah mengapa perubahan fisika hanya bersifat sementara. Perubahan fisika terjadi karena beberapa keadaan berikut. 1. Perubahan fisika karena perubahan wujud Perubahan fisika karena perubahan wujud bisa disebabkan oleh pemanasan. Namun demikian, wujud zat bisa dikembalikan ke bentuk semula, contoh es yang dibiarkan di suhu ruang semakin lama akan mencair. 2. Perubahan fisika karena perubahan bentuk Perubahan ini bisa disebabkan oleh pemotongan dan peremasan, contohnya kayu dipotong menjadi kursi. 3. Perubahan fisika karena perubahan ukuran Nah, contoh perubahan akibat perubahan ukuran ini bisa kamu lihat pada proses penggilingan jagung. 4. Perubahan fisika karena perubahan volume Perubahan volume bisa terjadi karena pengaruh suhu, contohnya raksa akan memuai saat menyentuh benda bersuhu tinggi. 5. Perubahan fisika karena perubahan bentuk energi Perubahan fisika karena perubahan bentuk energi bisa kamu lihat pada proses berputarnya kipas angin atau panasnya lampu setelah dinyalakan. Perubahan energi listrik yang terjadi pada kipas maupun lampu tidak mengubah sifat fisika dan kimianya. 6. Perubahan fisika karena pelarutan Saat kamu melarutkan suatu senyawa seperti garam, sebenarnya kamu hanya mengubah bentuk garam tersebut dari butiran menjadi partikel larutan. Contoh Perubahan Fisika Contoh perubahan fisika tidak hanya berlaku pada tubuh lilin, lho. Ingin tahu selengkapnya? Berikut contoh lainnya. 1. Kertas yang diremas Saat kamu meremas kertas, sifat-sifat fisika dan kimia yang ada pada kertas tidak berubah. Kertas hanya mengalami perubahan bentuk. 2. Beras yang ditumbuk menjadi tepung Pernahkah Quipperian melihat proses penumbukan beras menjadi tepung? Pada peristiwa tersebut, beras hanya mengalami perubahan bentuk dari butiran menjadi bubuk. Oleh karena tidak melibatkan reaksi secara kimiawi, jelas bahwa sifat fisika maupun kimia beras tidak berubah. 3. Kayu dipotong menjadi meja Kayu yang dipotong menjadi meja juga merupakan contoh perubahan fisika. Hal itu karena sifat fisika dan kimia kayu tetap atau hanya bentuk kayu yang mengalami perubahan. 4. Air menjadi es batu Pada proses pembuatan es batu, air mengalami perubahan bentuk dari cair menjadi padat. Pada peristiwa itu, sifat fisika dan kimia air tidak mengalami perubahan. Setelah es dibiarkan di suhu ruang, pasti es akan mencair, sehingga terbentuk air kembali. 5. Gula dilarutkan ke dalam air Saat Quipperian melarutkan gula ke dalam air, sebenarnya gula hanya berubah bentuk dari butiran menjadi partikel larutan. Namun demikian, gula masih bisa dibentuk kembali melalui beberapa tahapan dengan bantuan alat tertentu. 6. Benang ditenun menjadi kain Benang yang ditenun sampai menjadi kain termasuk perubahan fisika karena kain bisa kembali diuraikan menjadi benang. Artinya, hanya bentuk benang yang mengalami perubahan. 7. Tanah liat menjadi gerabah Gerabah yang biasa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari juga merupakan contoh perubahan fisika. Gerabah dibentuk melalui tanah liat. Sifat fisika maupun kimia tanah liat tetap, hanya bentuknya saja yang berubah. 8. Air raksa menguap Saat air raksa menguap, sebenarnya hanya bentuk air raksa tersebut yang berubah. Air raksa berubah dari cair menjadi gas. 9. Penggilingan biji kopi Biji kopi yang digiling menjadi bubuk kopi tidak akan mengalami perubahan pada sifat fisika maupun kimianya. Hanya bentuk kopinya yang berubah dari biji menjadi bubuk. 10. Tubuh lilin yang meleleh Saat Quipperian menyalakan lilin, semakin lama tubuh lilin akan meleleh. Meskipun meleleh, sifat-sifat zat yang ada di tubuh lilin tidak berubah, hanya bentuknya saja yang berubah. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada tubuh lilin saat dinyalakan adalah perubahan fisika. Perubahan Kimia Perubahan kimia adalah perubahan yang menyebabkan terbentuknya materi/zat baru. Sifat zat yang baru berbeda dengan sifat zat sebelumnya. Artinya, jika suatu zat mengalami perubahan kimia, zat tersebut tidak dapat kembali ke keadaan semula. Pada prinsipnya, perubahan kimia terjadi karena keadaan berikut. 1. Perubahan kimia karena pembakaran Pembakaran adalah reaksi oksidasi di mana terjadi reaksi antara suatu zat dengan oksigen. Jika suatu zat mengalami pembakaran, sudah pasti zat tersebut mengalami perubahan struktur secara kimiawi, contohnya kayu dibakar menjadi arang. 2. Perubahan kimia karena korosi/perkaratan Peristiwa oksidasi lainnya adalah korosi/perkaratan. Pada proses ini, logam akan bereaksi dengan oksigen dan air. 3. Perubahan kimia karena pembusukan Pembusukan yang terjadi pada makanan atau zat lain disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme. Dengan demikian, makanan atau zat yang sudah mengalami pembusukan tidak bisa kembali ke keadaan awalnya. Contoh Perubahan Kimia Adapun contoh perubahan kimia yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut. 1. Terbakarnya sumbu lilin Saat Quipperian menyalakan lilin, bagian yang berperan sebagai tempat melekatnya api adalah sumbu. Artinya, sumbu lilin mengalami pembakaran yang menyebabkan terbentuknya zat baru berupa arang berwarna hitam. 2. Kertas dibakar Kertas yang dibakar merupakan salah satu contoh perubahan kimia karena hasil pembakarannya memiliki sifat yang berbeda dengan aslinya. 3. Adonan tepung yang digoreng Adonan tepung yang digoreng—seperti donat—pasti memiliki sifat yang berbeda dengan tepung aslinya. Hal itu karena adonan tepung mengalami proses pemanasan suhu tinggi yang menyebabkan perubahan struktur kimia bahan. 4. Ledakan kembang api Pernahkah kamu melihat ledakan kembang api yang berwarna-warni? Senyawa yang berubah menjadi kembang api mengalami reaksi pembakaran, sehingga terbentuk zat baru berupa percikan api berwarna-warni. 5. Makanan basi Makanan bisa basi karena pengaruh aktivitas organisme. Hal itu menyebabkan terbentuknya bau yang tidak sedap dan perubahan bentuk pada makanan. 6. Pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor Saat kendaraan bermotor dinyalakan, bensin yang ada di dalamnya akan mengalami reaksi pembakaran. Hasil pembakaran dikeluarkan dalam bentuk gas CO pada knalpot. 7. Pembuatan yoghurt Pernahkah kamu minum yoghurt? Bahan baku pembuatan yoghurt adalah susu sapi. Susu sapi diolah dengan bantuan bakteri untuk kemudian difermentasi. Hasil fermentasi itu yang disebut sebagai yoghurt. Sebagai produk hasil fermentasi, yoghurt memiliki rasa sedikit asam, berbeda dengan susu sapi yang cenderung hambar. Itulah mengapa perubahan susu sapi menjadi yoghurt disebut sebagai perubahan kimia. 8. Fotosintesis pada tumbuhan Quipperian tentu pernah mendengar istilah fotosintesis, kan? Fotosintesis merupakan rekasi metabolisme secara kimiawi yang berlangsung di dalam kloroplas daun. Senyawa yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis adalah karbondioksida dan air. Reaksi antara karbondioksida dan air menghasilkan glukosa dan oksigen. 9. Daun kering yang diolah menjadi kompos Mengapa pengolahan kompos dari daun kering termasuk perubahan kimia? Karena pupuk kompos yang telah terbentuk tidak bisa diuraikan kembali menjadi daun-daun kering. Sifat-sifat daun kering sudah berubah akibat pembusukan. 10. Pembuatan tempe Tempe adalah hasil fermentasi dari kedelai akibat adanya jamur Rhizopus oryzae. Oleh karena itu, tempe yang sudah terbentuk tidak bisa diuraikan kembali menjadi kedelai seperti keadaan semula. Itulah pembahasan Quipper Blog tentang perubahan fisika dan kimia. Sebenarnya masih banyak perubahan fisika dan kimia yang bisa Quipperian temukan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan bosan untuk terus belajar, ya. Semakin sering belajar, semakin mudah menerapkan ilmu pengetahuan pada lingkungan sekitar. Jangan lupa, gabung bersama Quipper Video. Bersama Quipper Video, belajar jadi lebih mudah dan menyenangkan. Salam Quipper! Rohima, Iip, dan Diana Puspita. 2009. Alam Sekitar Ipa Terpadu untuk SMP/MTS Kelas VII. Jakarta Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Penulis Eka Viandari
| Ωտ ро в | Щቶլሡጆደ μ сሤдрዕлዱк | ፏմ сруթеላ уκ |
|---|
| Цጡդаգ дрըւኦտу | Анէ իጲеγиպኖк гисвևстի | Бри ռէ ερ |
| Б ችоվаν рቁցаремαዋዙ | Жоբук πуգаսወսу звавру | ሉщ иμидецоφон |
| И ջаброም жиճጭвитን | Хኦврቫз հե եкеςα | Шошоνθлыጀኒ ζոл |
| Д ኘ ቫαգеպиվа | ዠиծят хр | Касо թիጺጶቼεво |
Laluterjadi penyerapan kembali glukosa, air, dan ion-ion. Zat tersebut diedarkan ke seluruh kapiler sistem sirkulasi. Sisa cairan tubuh, seperti air, senyawa nitrogen, dan garam-garam yang tidak diperlukan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui ujung nefrostom yang berupa lubang, atau disebut nefridiofor.
Karat pada besi menunjukkan adanya perubahan kimia pada suatu zat. Foto PixabaySetiap zat dapat mengalami perubahan. Perubahan zat adalah perubahan sifat suatu zat menjadi zat lain. Perubahan suatu zat dapat diketahui, dari perbedaan kondisi awal dengan kondisi contoh, perubahan dapat ditunjukkan pada peristiwa besi yang dibiarkan di udara lembap akan berkarat, kertas yang dibakar akan menjadi abu, mentega yang dipanaskan akan meleleh, dan masih banyak peristiwa perubahan sifatnya, perubahan suatu zat dibedakan menjadi dua macam, yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. Pembahasan kali ini akan mengulas lebih jauh tentang bagaimana perubahan kimia dapat apa yang dimaksud dengan perubahan kimia? Apa saja macam-macam perubahan yang dihasilkan? Agar lebih memahaminya, simak penjelasan berikut yang dilarutkan ke air tidak akan kembali ke wujud semula, peristiwa ini disebut dengan perubahan kimia. Foto PixabayPengertian Perubahan KimiaDikutip dalam buku Rangkuman Lengkap Kimia SMP oleh Tim Guru Indonesia 2018 14, perubahan kimia atau reaksi kimia adalah perubahan zat yang menghasilkan zat baru. Zat baru yang dihasilkan ini, memiliki sifat yang berbeda dengan sifat zat sebelumnya. Perubahan kimia bersifat tetap, sehingga suatu zat yang mengalami perubahan kimia tidak dapat dikembalikan lagi kepada keadaan ciri-ciri sebuah perubahan kimia, di antaranya yaituTerjadi perubahan susunan zat baru dengan sifat zat yang berbeda dengan sifat zat bersifat irreversible tidak dapat kembali ke bentuk semula.Tempe melalui proses fermentasi juga termasuk ke dalam perubahan kimia. Foto PixabayFaktor Terjadinya Perubahan KimiaBerikut beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kimia pada suatu zat, di antaranya meliputi Pembakaran, yaitu reaksi kimia antara zat dengan korosi, yaitu reaksi kimia antara logam dengan oksigen dan uap air di udara. Perkaratan termasuk perubahan kimia, karena menghasilkan zat yang baru, yaitu yaitu perubahan yang terjadi karena adanya aktivitas fermentasi, zat yang mengalami perubahan ini akan memiliki sifat yang berbeda dengan sifat biologis makhluk hidup, misalnya proses pencernaan makanan, proses pernapasan, dan fotosintesis pada pada buah termasuk ke dalam faktor penyebab terjadinya perubahan kimia. Foto PixabayMacam-Macam Perubahan KimiaBerdasarkan buku Pelengkap Kurtilas Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas 7 terbitan Tim Maestro Genta 2018 59, perubahan kimia dibagi menjadi empat macam, yaitu 1. Perubahan kimia yang menghasilkan perubahan suhuPerubahan suhu dapat dibedakan menjadi dua proses, yaituReaksi eksoterm, yaitu reaksi kimia yang menghasilkan energi panas kalor, sehingga meningkatkan suhu lingkungan. Contohnya adalah proses pembakaran petasan dan pembuatan api endoterm, yaitu reaksi kimia yang memerlukan energi panas, sehingga menimbulkan efek dingin pada lingkungan. Contohnya, yaitu garam dapur yang dilarutkan dalam Perubahan kimia yang menghasilkan perubahan warnaPerubahan kimia dapat ditunjukkan, dengan adanya perbedaan warna antara sebelum dan sesudah reaksi pada zat-zat yang bereaksi. Contohnya adalah perubahan warna pada kertas lakmus. Kertas lakmus berwarna biru, ketika dicelupkan ke dalam larutan asam, akan berubah menjadi warna merah. Sementara itu, ketika kertas lakmus berwarna merah dicelupkan ke dalam larutan basa, akan berubah menjadi warna Perubahan kimia yang menghasilkan gasTerbentuknya gas pada proses reaksi adalah salah satu indikator perubahan kimia. Contohnya, yaitu logam seng yang direaksikan dengan larutan asam sulfat, akan terbentuk seng sulfat dan sejumlah gelembung-gelembung gas Perubahan kimia yang menghasilkan endapanPerubahan kimia dapat ditunjukkan jika terbentuk endapan pada zat-zat yang bereaksi. Contohnya adalah perak nitrat dicampur dengan natrium klorida, akan menghasilkan natrium nitrat dan endapan berwarna putih perak yang dimaksud dengan perubahan zat?Apa saja jenis perubahan zat?Apa sifat perubahan kimia?
Konduksiadalah peristiwa perpindahan kalor atau panas melalui zat perantara tanpa disertai perpindahan zat perantara tersebut. Perpindahan kalor dengan cara konduksi pada umumnya terjadi pada benda padat berbahan logam. Contoh Konduksi 1. Ketika mengaduk teh panas, maka sendok aluminium yang digunakan untuk mengaduk juga ikut panas.
. 8c2kyue936.pages.dev/4358c2kyue936.pages.dev/958c2kyue936.pages.dev/208c2kyue936.pages.dev/1378c2kyue936.pages.dev/1168c2kyue936.pages.dev/2488c2kyue936.pages.dev/2898c2kyue936.pages.dev/416
peristiwa pembakaran zat terjadi karena zat tersebut